KBRN, Malang : Untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional, More Community akan mengadakan acara spesial di tanggal 22 Desember 2024. Dalam acara bertajuk Walk For Inclusion, mereka ingin memberi dukungan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) dan keluarga. Selain itu komunitas ini juga berharap mampu meningkatkan kepedulian masyarakat dan pemerintah kepada ABK di Indonesia, khususnya Malang dan sekitarnya.
Dalam wawancara bersama RRI, Husna dan Rischa sebagai pengurus komunitas memaparkan beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan hari minggu tersebut. Mulai dari Fun Walk hingga Penampilan ABK akan dihadirkan untuk memeriahkan acara tersebut. Masyarakat umum pun juga bisa memeriahkan acara tersebut yang akan dimulai dari pukul 07.00 WIB.
“Spot kumpulnya di panggung samping perpustakaan kota. Beberapa kali mengadakan acara disana, biasanya di CFD banyak pengunjung yang ikut spontan. Jadi kalau masyarakat umum mau langsung ikut juga bisa. Sedang untuk pendaftaran temen-temen ABK yang ingin ikut bergabung juga masih bisa. Tinggal buka aja di instagram more_community ada postingan flyer Walk For Inclusion di klik aja, nanti ada link gform terus langsung diisi atau mengubungi CP saja. Pendaftarannya gratis,” jelas Husna, Kamis (12/12/2024).
Dalam fun walk ini, peserta dan masyarakat umum akan membawa tulisan berisi pesan-pesan tentang ABK. Selain itu mereka juga akan menyuarakan yel-yel tentang hak-hak ABK. Ada juga pembagian bunga mawar berisi pesan-pesan kepada masyarakat. Yang cukup menarik, panitia juga akan memberi doorprize kepada peserta yang sudah terdaftar.
Yang cukup istimewa dalam perhelatan tersebut, teman-teman dengan penyakit langka dan ABK juga akan tampil di atas panggung untuk unjuk bakat menyanyi. Dengan kesempatan ini, mereka akan menunjukkan bakat yang diharapkan bisa memberi pemahaman kepada masyarakat tentang keunikan yang dimiliki.
“Semua anak akan diberi kesempatan dengan bernyanyi bersama-sama. Termasuk anak yang belum bisa bicara, masih di kursi roda, masih di stroller yang kemampuannya masih kayak bayi, semuanya ikut tampil apapun kondisinya. Kita berusaha untuk menyetarakan mereka. Ketika mereka di atas panggung walaupun belum bisa ngomong, mata mereka akan berbinar. Mereka merasa aku bagian dari masyarakat, yang memberi motivasi kepada mereka,” imbuh Rizca.